Menelisik Panorama Indah Sungai Arut
Kamis, 09 Februari 2012
Label: Kalimantan Tengah
Pembakaran Rumah Dinas Bupati Kobar-Kalteng
Kamis, 29 Desember 2011
Konflik hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah, berujung pada tindakan anarkistis massa pendukung salah satu calon bupati. Mereka membakar rumah dinas bupati di Jalan Pangeran Antasari, Pangkalan Bun, ibu kota Kobar, Kamis (29/12). Massa menuntut pembatalan pelantikan bupati terpilih, Ujang Iskandar dan Bambang Purwanto yang rencananya dilangsungkan Jumat besok.
Kontributor Metro TV di Kotawaringin Barat, Puguh Santoso di Pangkalan Bun, melaporkan situasi Ibu Kota Kotawaringin Barat saat ini kondisinya cukup mencekam. Hampir seluruh sudut kota dan ruas jalan utama di Pangkalan Bun, dikuasai massa pendukung bupati terpilih Sugianto Sabran-Eko Sumarno.
Massa merasa bahwa Sugianto-Eko adalah pasangan bupati-wakil bupati terpilih dalam Pemilu Kada Kobar pada Juni 2010. Massa merasa keadilan mereka direnggut pemerintah pusat yang justru melantik bupati terpilih yang dimenangkan Mahkamah Konstitusi, yakni Ujang-Bambang.
Sebelum membakar rumah jabatan bupati, massa Sugianto-Eko yang emosi memecahkan kaca-kaca bangunan di sekitarnya. Massa leluasa melakukan pembakaran karena tak satupun aparat keamanan yang melakukan penjagaan. Angin yang bertiup kencang ditambah konstruksi bangunan yang terbuat dari kayu memicu api cepat melahap seluruh bangunan.
Aparat gabungan dari Kepolisian Daerah Kalteng dan Polres Kobar yang terlambat tiba di tempat kejadian tidak bisa berbuat apa-apa. Bangunan rumah jabatan bupati yang terbuat dari kayu tersebut habis tak bersisa. Kehadiran aparat di lokasi kejadian membuat massa pendukung Sugianto-Eko meninggalkan lokasi setelah puas membakar dan menghancurkan bangunan.(DSY) metrotvnews.com
Label: Kalimantan Tengah
Sekilas Mengenai Kabupaten Kotawaringin Barat
Rabu, 03 Agustus 2011
Berhubung saya adalah warga asal Kabupaten Kotawaringin Barat, berikut saya berikan sedikit informasi mengenai Kabupaten saya tercinta ini.
Kabupaten Kotawaringin Barat adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Pangkalan Bun. Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat di sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Barat, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupayen Seruyan, sebelah barat berbatasan dengan Kabuupaten Lamandau dan Sukamara sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan laut Jawa. Luas Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat 10.759 km2 yang terbagi menjadi enam kecamatan.
Pemekaran yang terjadi menciutkan wilayah ini menjadi 10.759 km2. Peta wilayah yang berubah ini pasti juga akan merubah roda perekonomian daerah yang terkenal akan hasil perkebunan dan hasil hutan. Kondisi sebelum pemekaran, perkebunan kelapa sawit Kobar merupakan setengah dari luas perkebunan kelapa sawit Kalteng. Luas areal kelapa sawit 124.951 hektar dengan total produksi 640.016 ton. Begitu pula dengan perkebuna karet, yang luas arealnya hanya 5% dari total perkebunan karet karet di Kalteng. Luasnya meningkat sedikit menjadi 16.205 hektar, sementara produksinya bertambah menjadi 9.958 ton. Sebagian besar perkebunan dan hutan produksi terdapat di 4 Kecamatan yang sekarang membentuk Kobar Baru ( hasil pemekaran ). Kabupaten ini masih menguasai perkebunan kelapa sawit seluas 84.728 hektar. Demikian pula dengan penanam modal. Dari 24 perusahaan yang bergerak dalam komoditas kelapa sawit, 16 di antaranya masih tetap berada di Kobar. Begitu juga perkebunan karet dan lada. Kayu masih akan menjadi andalan kegiatan ekonomi, mengingat Kobar yang baru masih memiliki hutan yang luas. Dari hutan ini di hasilkan kayu meranti, ramin, keruing, dan jenis kayu lainnya. Di sektor transportasi, Kab.Kobar memiliki Bandar Udara Lanud Iskandar di Pangkalan Bun. Bandar Udara ini membuka transportasi Kobar ke wilayah ketapang, Semarang, Sampit, dll. Kobar juga memiliki Pelabuhan Kumai yang merupakan Pelabuahan laut terbesar di Kateng. Di samping untuk kegiatan transportasi antar pulau, Kumai juga di manfaatkan untuk kegiatan ekspor-Impor.
Di sektor Pariwisata, Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki objek wisata Tanjung Puting yang terkenal dengan banyaknya Fauna langka seperti orang utan, owa-owa, kelasi, macan dahan, rusa, kijang, kera buku, dan reptil. Flora yang khas pun banyak di temui di kawasan itu seperti kayu lahn, kayu ulin, kapur, belangiran dan rasau.
Label: Kalimantan Tengah
Pangkalan Bun Kembali di Landa Kabut Asap
Senin, 04 Juli 2011
Pangkalan Bun, 4 Juli 2011.
Kota Pangkalan Bun yang terletak di Kab. Kotawaringin Barat Prov. Kalimantan Tengah ini kembali di landa kabut asap. kabut yang cukup tebal ini menyebabkan polusi udara di sebagian daerah di KOBAR. Jarak pandang berkurang hanya mencapai kurang lebih 20 meter. Gambar yang saya ambil ini adalah foto di daerah sungai arut karena kebetulan dekat dengan daerah tempat tinggal saya pribadi.
Maraknya pembakaran lahan menjadi penyebabnya. saat musim kemarau seperti ini para petani di P.Bun memanfaatkannya untuk pembakaran lahan, guna di jadikan perkebunan dan persawahan. berbeda dengan di daerah jawa, pertanian di sini memerlukan banyak proses, mulai dari penebasan lahan, pengeringan sisa-sisa penebasan, dan setelah tiba saatnya maka akan di lakukan proses pembakaran barulah bisa di tanami.
Situasi seperti ini bukan terjadi kali ini saja, sebelumnya juga pernah terjadi bahkan lebih parah, sehingga memaksa Pemerintah sekitar untuk melakukan peringatan dan memberi sanksi terhadap petani yang berani membakar lahan, sayangnya di KOBAR saat ini kondisi belum normal, masalah sengketa pilkada saja urung di selesikan, akibatnya Kabupaten Kotawaringin Barat sekarang belum memiliki kepala daerah (Bupati) yang belum jelas.
Kabut asap ini berlangsung mulai tengah malam hinggga pagi hari di sertai dengan aroma pembakaran yang menyengat, kabut mulai mereda setelah memasuki pukul 08.00 karena terkena pancaran sinar matahari. sejauh ini belum ada tindakan dari pemda sekitar misalnya pembagian masker dll.
Label: Kalimantan Tengah
Keistimewaan Kalimantan Tengah
Selasa, 21 Desember 2010
Selamat sore all, bagaimana kabar anda ? semoga sehat selalu yaa..
setelah kurang lebih 2 hari saya tidak memposting, rindu jg rasanya..hhe
Oke, berhubung saya sendiri adalah penduduk lokal Kal-Teng, maka kali ini saya akan share sedikit tentang Keistimewaan Kal-Teng, khususnya adalah pada bagian pariwisatanya.
Seperti kita ketahui bahwa di Kalimantan Tengah banyak sekali terdapat tempat pariwisata bisa juga dibilang surganya pariwisata, kita ambil saja contoh misalnya Nasional Tanjung Puting, Taman Nasional Sebangau, dan masih banyak yang lainnya. Pada kesempatan berikut ini saya akan memperkenalkan sedikit tentang salah satu tempat objek pariwisata yang terdapat di Kalimantan Tengah.
Batu Suli dan Puruk Batu Suli, ada yang pernah dengar nama itu? Mungkin ada yang bertanya dimana tempat itu. Pastinya itu bukan nama jalan atau atau hotel berbintang yang ada di Palangka Raya.
Puruk Batu Suli adalah nama salah satu tempat objek pariwisata yang tidak asing bagi masyarakat di kabupaten Gunung Mas. Terletak tepat di Desa Tumbang Manange atau sering disebut Upon Batu, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas. Uniknya tempat ini berada di pinggir Sungai Kahayan dan memiliki panorama yang sangat indah.
Untuk mencapai tempat ini, bagi Anda yang berada di Palangka Raya perjalanan pertama yaitu menuju Kuala Kurun yang bisa langsung menggunakan kendaraan pribadi baik motor atau mobil juga bisa menggunakan jasa travel yang selalu ada setiap hari. Selanjutnya setiba Anda di Kuala Kurun bisa langsung menginap di tempat kelurga, teman, atau di hotel maupun di tempat lain sesuai selera masing-masing.
Selanjutnya perjalanan dari Kuala Kurun menuju ke Batu Suli memerlukan waktu kurang-lebih 1 jam menggunakan kendaraan bermotor. Atau bisa juga menggunakan kelotok (perahu bermotor) sambil menikmati pemandangan DAS Kahayan. Sesampainya di Desa Tumbang Manange Anda bisa langsung menyewa pemandu dari warga sekitar (kalau punya kenalan bisa langsung berangkat). Sebaiknya dianjurkan istirahat dulu untuk mengisi tenaga karena untuk mencapai Puruk Batu Suli kita harus mendaki lagi. Dari sinilah perjalan wisata Anda dimulai, sepanjang perjalanan Anda akan menikmati suasana alam sekitar yang asri dan alami dan menjumpai flora dan fauna yang beranekaragam. Serta Anda juga akan menjumpai beberapa tempat tempat bersejarah.
Untuk Batu Suli sendiri ini sangat unik karena terletak tepat di pinggir sungai Kahayan selain itu posisi batu ini agak menjorok ke sungai Kahayan jadi kalau dilihat dari jauh batu ini seperti hampir jatuh ke sungai Kahayan. Sedangkan untuk Puruk Batu Suli terletak di belakang Batu Suli itu sendiri. Untuk mencapai ke atas Puruk Batu Suli ini dapat ditempuh dengan cara mendaki ke atas.
Untuk perjalanan naik (mendaki) ke atas Puruk Batu Suli gampang-gampang susah, bagi yang biasa mendaki perjalanan dapat ditempuh kurang-lebih 15 menit. Bagi yang tidak biasa ya... bisa memakan waktu kurang-lebih 30 menit dikarenakan kondisi medan yang agak sulit. Tetapi Anda juga tidak perlu khawatir karena di atas Puruk sudah ada disediakan tempat istirahat.
Salah satu daya tarik dari Puruk Batu Suli adalah Batu Antang, batu yang berbentuk seperti antang (elang) yang sedang mengepakkan sayapnya. Bila diliat Batu Antang ini tersusun dua dan di antara kedua batu ini terdapat sebuah celah kecil. Di sini sekali keberanian Anda akan ditantang, bagi yang berani boleh coba, kalau ragu-ragu lebih baik melihat saja. Anda akan ditantang untuk melewati celah kecil di antara kedua batu tadi dengan cara merayap.
Anehnya biarpun celah batunya kecil, tapi kalau dilewati orang bisa saja lewat. Menurut mitos yang pernah saya dengar bagi yang ragu-ragu lebih tidak usah mencoba untuk melewati kedua celah batu tadi karena bisa saja Anda akan tersangkut pada celah batu tersebut. Karena pernah kejadian ada orang yang nyangkut pada kedua celah batu.
Yang tidak kalah asyiknya di Puruk Batu Suli ini selain Batu Antang juga ada terdapat Batu Tingkes, Talaga Bawin Kameloh, serta kuburan Amai Rawang (Bahasa Dayak Kadorih, amai berarti Bapak/Ayah). Dari atas sini Anda akan melihat pemandangan yang belum pernah Anda lihat sebelumnya.
Penasaran ada yang ingin mencoba? :D
Sumber : Betang.com
Label: Kalimantan Tengah





