Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Membangun Indonesia dengan Entrepreneurship

Sebagai salah satu negara yang sedang berkembang, Indonesia berusaha dengan giat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Salah satu peran penting dalam meningkatkan taraf hidup rakyatnya adalah melalui pendidikan. Pada tahun 2010, pemerintah melalui Departemen pendidikan nasional (Depdiknas) telah memasukkan kurikulum pendidikan kewirausahaan sebagai suatu mata kuliah wajib di lembaga pendidikan. Masuknya kurikulum tersebut dipercaya akan memperkaya sistem pendidikan dan berdampak pada pertumbuhan semangat entrepreneurship secara luas di seluruh wilayah Indonesia. Ciputra (2008) menyatakan bahwa pendidikan entrepreneurship akan mampu menghasilkan dampak nasional yang besar bila kita berhasil mendidik seluruh bangku sekolah kita dan mampu menghasilkan empat juta entrepreneur baru dari lulusan lembaga pendidikan Indonesia selama 25 tahun mendatang.

0 komentar

Perkembangan Produksi Beras Indonesia

Indonesia di kenal sebagai negara Agraris dimana sebagaian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Hal ini di dukung dengan kenyataan bahwa di Indonesia tersedia lahan pertanian yang cukup luas yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat untuk bercocok tanam. Dari data yang di peroleh, Indonesia memiliki lebih dari 31 juta Ha luas tanah yang sudah siap tanam, sebagian besar dari lahan tersebut  terdapat di pulau jawa. Pembangunan di bidang pertanian merupakan salah satu prioritas utama yang di kembangkan negara Indonesia guna membangun ketahanan pangan sebagai komponen strategis dalam rangka pembangunan nasional.

Pertanian Indonesia menghasilkan beberapa tumbuhan komoditi ekspor, antara lain padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, ubi, dan singkong. Tahun 2005 Indonesia merupakan negara peringkat ke-3 sebgai produsen padi terbesar setelah China dan India dengan presentase sebesar 9 % yaitu sebanyak  54 (juta metrik ton). Hal ini menunjukkan betapa besarnya hasil padi yang di hasilkan oleh Indonesia pada waktu itu, Indonesia sempat menjadi salah satu negara produsen padi terkemuka di dunia.
Pada tahun 2011 produksi padi Indonesia mengalami sedikit peningkatan di bandingkan dengan tahun 2010. Pada tahun 2010 hasil produksi padi Indonesia mencapai 66,41 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat sebanyak 2,01 juta ton (3,13 persen) dibandingkan tahun 2009. Dan pada Tahun 2011 Indonesia berhasil memproduksi sebesar 67,31 juta ton GKG, meningkat sebanyak 895,86 ribu ton (1,35 persen) dibandingkan tahun 2010. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 14,51 ribu hektar (0,11 persen) dan produktivitas sebesar 0,62 kuintal/hektar (1,24 persen). Semantara itu daerah sebagai penghasil padi terbesar nasional adalah Jawa Barat. Produksi padi di Jawa Barat dari awal Januari hingga pertengahan September 2011 mencapai 9,128 juta ton gabah kering giling (GKG) atau 73,03 persen dari target yang mencapai 12,5 juta ton GKG. Sentra produksi padi Jawa Barat terutama di daerah pantura, seperti Kabupaten Indramayu, Karawang, Subang, dan Cirebon.

Indonesia bisa jadi Eksportir beras terbesar
Dengan keadaan peningkatan produksi yang di capai Indonesia, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi eksportir beras terbesar. Namun dengan tingkat konsumsi beras yang sangat tinggi di Indonesia, hal ini masih belum bisa di wujudkan. Banyaknya permintaan lebih besar di bandingkan pasokan yang tersedia menyebabkan penekanan harga beras semakin tinggi. Tingginya konsumsi beras di Indonesia mencapai 140 kilogram per orang per tahun. Berbeda dengan konsumsi beras di negara-negara Asia seperti Thailand dan Malaysia yang hanya 70 kg per orang per tahun. Hal itu mengakibatkan Indonesia tidak dapat memenuhi kebutuhan beras secara swasembada. Menurut menteri perdagangan RI Gita Wirjawan, pola konsumsi beras di Indonesia harus di kurangi. Beras sebagai makanan pokok dapat di selingi dengan makanan lain seperti singkong. Untuk itu pemerintah akan mengkaji peralihan ini termasuk diversifikasi pangan dan ketersediaan lahan untuk tanaman pengganti beras. Ini tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat dan memerlukan kerja sama antarkementerian.

0 komentar

Rahasia Di Balik Sujud Saat Sholat


Seorang doktor di Amerika telah memeluk Islam kerana beberapa keajaiban yang ditemuinya dalam penyelidikannya. Dia amat kagum dengan penemuan tersebut, sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran.

Dia adalah seorang doktor neurologi. Setelah memeluk Islam, dia amat yakin akan pengobatan secara Islam dan dengan itu telah membuka sebuah klinik yang bertemakan “Pengobatan Melalui Al-Quran”.

Kajian pengobatan melalui Al-Quran membuatkan obat-obatannya berpatokan apa yang terdapat di dalam Al-quran. Diantara cara-cara yang digunakan adalah berpuasa, mengkonsumsi madu, biji hitam (blackseed) dan sebagainya.

Apabila ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam, maka doktor tersebut memberitahu bahwa semasa beliau melakukan kajian urat saraf, terdapat beberapa urat saraf di dalam urat manusia yang tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal.

Setelah membuat kajian yang memakan waktu cukup lama, akhirnya beliau mendapati bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia melainkan pada saat seseorang itu sedang sujud ketika mengerjakan Sholat. Urat tersebut memerlukan darah hanya untuk beberapa saat saja. Yakni, darah hanya akan memasuki urat tersebut mengikut kadar Sholat waktu yang diwajibkan oleh Islam.

Columbia University State pernah melakukan penelitian tentang otak. Ternyata, di otak terdapat sebuah bagian yang tidak teraliri darah. Tapi, bagian tersebut dapat teraliri darah bila kita melakukan gerakan khusus seperti sujud yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

Walaupun tidak menyebutkan secara gamblang tentang waktu-waktu tersebut, tapi waktu-waktu tersebut berada sekitar Sholat Lima Waktu yang kita (Umat Islam) lakukan setiap hari. Efek dari teraliri-nya bagian dari otak tersebut adalah dapat membuat kerja otak menjadi maksimal. Sehingga, kemampuan otak dalam bekerja (seperti, menghitung, menghapal, belajar dan lain-lain) bisa lebih baik dan tentunya menambah kecerdasan otak kita.

Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan Sholat, maka otaknya tidak akan dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Dengan demikian, kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam ‘sepenuhnya’ kerana sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agama-Nya yang indah ini.

Kesimpulannya: Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak Sholat, apalagi yang tidak beragama Islam, walaupun akal mereka berfungsi dengan secara normal tetapi sebenarnya dalam sesuatu keadaan mereka akan kehilangan keseimbangan dalam membuat keputusan yang normal. Terbukti kembali jika kitalah sebenarnya yang memiliki dasar darah yang baik, ketimbang pemeluk agama lain.

Justru itu, tidak heranlah jika manusia ini kadang kala tidak segan-segan untuk melakukan perkara-perkara yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya, walaupun akal mereka mengetahui bahwa perbuatan yang akan dilakukan itu adalah salah dengan kehendak mereka.

Inilah adalah menggambarkan ketidak mampuan otak mereka untuk mempertimbangkan akan perbuatan mereka itu secara lebih normal. Maka dari itu tidak heran timbulnya bermacam-macam gejala-gejala sosial masyarakat masa kini. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mengambil hikmah dari kisah di atas. Semoga bermanfaat...

0 komentar

Kutub Utara dan Selatan Bergeser

Setiap kurang lebih 200 ribu tahun sekali, kedua kutub planet Bumi, utara dan selatan saling bergeser. Umumnya, pergeseran kedua kutub itu membutuhkan waktu ribuan tahun.

Scott Bogue, geolog dari Occidental College dan Jonathan Glen, peneliti dari US Geological Survey (USGS) yang mengamati lava di kawasan Nevada yang telah berusia 15 juta tahun.
Hasilnya, dari penelitian, mereka menemukan bahwa kutub planet Bumi pernah bergeser beberapa kali lipat lebih cepat dibanding kecepatan normal. Setidaknya satu kali.

“Saat lava mendingin, ia menyimpan catatan medan magnet Bumi,” kata Bogue, seperti dikutip dari Discovermagazine, 23 Desember 2010. “Setelah mengamati lava yang mengalami pendinginan selama 2 tahun berturut-turut, diketahui bahwa lava di kawasan itu bergeser 53 derajat dari timur ke arah utara dengan kecepatan 1 derajat setiap minggu,” ucapnya.

Awalnya, keduanya mengira ada kesalahan dalam penelitian mereka. Namun pengujian lebih mendetail mengonfirmasikan pola pergeseran tersebut. Bukti lain terjadinya pergeseran kutub terekam oleh lava yang ada di Oregon, yang telah diteliti di tahun 1985 lalu.

Catatan geologi dari medan magnet Bumi juga umumnya mengindikasikan bahwa medan magnet utara-selatan itu bergeser satu kali setiap sekitar 200 ribu tahun. Pergeseran terjadi secara lambat dan membutuhkan 4 ribu tahun untuk selesai.

Meski para ilmuwan belum memastikan apa yang membuat bergesernya kedua kutub, besi cair panas yang mampu menghantarkan listrik yang mengalir di perut bumi diperkirakan menjadi penyebabnya. Apalagi zat ini jugalah yang menimbulkan medan magnet yang ada di kutub Bumi.

Temuan ini diperkirakan akan memicu gelombang perdebatan baru. Sejumlah geolog berpendapat bahwa saat ini medan magnet juga sedang menjalani pergeseran.

Seperti dilaporkan Science News, medan magnet planet Bumi semakin melemah selama abad terakhir. Meski demikian, pergeseran medan magnet tersebut tidak akan terlalu banyak mempengaruhi kehidupan manusia. (VIVAnews)

3 komentar